Tradisi begibong Suku Sasak

Tradisi begibong Suku Sasak











Begibung adalah  tradisi  makan bersama secara turun temurun dalam masyarakat suku sasak, Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat. satu tempat begibung yang bernama nampan/nare disantap oleh 2 orang/3 orang/4 orang bahkan lebih. biasanya begibung ini dilakukan secara massal pada saat begawe dan roah (syukuran). dalam keseharianpun ini dilakukan tapi hanya dengan beberapa orang saja.
begibung ini bukan  tradisi yang  hanya bersifat ceremonial saja akan tetapi syarat akan makna filosofi yang terkandung didalamnya. pertama, sebagai perwujudan kesetaraan dan keadilan. menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan si  kaya dan si miskin, si yang berpendidikan tinggi dan rendah, si pejabat dan si amaq kangkung (masyarakat biasa/wong cilik), serta tidak ada istilah tamu yg special (VVIP) dan tidak (Reguler). semua diperlakukan sama dan  melebur menjadi satu dalam wadah makan yang bernama nare/nampan.
kedua, menumbuhkan solidaritas dan persaudaraan. dalam tradisi begibung yg egaliter, secara tidak langsung menumbuhkan rasa solidaritas dan persaudaraan yang tinggi. dimana hal tersebut tercermin pada ekspresi mereka yang sumringah, bahagia ketika begibung, dan secara alami muncul interaksi dan candaan diantara mereka. sehingga bisa dikatakan  secara tidak sadar pula interaksi-interaksi tersebut mempererat hati dan bathin mereka.
ketiga, penyambung dan perekat  tali silaturrahmi. melalui begibung orang-orang yang sudah lama tidak bertemu dan bertegur sapa dengan teman, sahabat, keluarga dan mantan (eh) karna kesibukan yang berbeda-beda  dipertemukan lagi. sehingga tidak jarang dari mereka juga membuat perjanjian akan bertemu kembali (bukan untuk CLBK) untuk hanya sekedar bertemu dan ngobrol.

Komentar

  1. Sangat unik tradisi lombok ya .. bangga jadi orang lombok

    BalasHapus
  2. Tradisi yang bagus sekali, tapi sayang, sering dilupakan

    BalasHapus
  3. Tradisi adat lombok yang unik dan bermakna positif

    BalasHapus
  4. Tradisi yang mencerminkan rasa persaudaraan yang tinggi di bumi sasak.

    BalasHapus
  5. Tradisi yang mencerminkan rasa persaudaraan yang tinggi di bumi sasak.

    BalasHapus
  6. jazakallah khir atas artikelnya, bagus

    BalasHapus
  7. Hidup rukun, agar hidup damai

    BalasHapus
  8. Tradisi yang patut untuk dilestarikan..
    Rasa kebersamaan terjalin erat didalamnya..
    Makash n sangat bermamfaat

    BalasHapus
  9. Tradisi yang patut untuk dilestarikan..
    Rasa kebersamaan terjalin erat didalamnya..
    Makash n sangat bermamfaat

    BalasHapus
  10. Informasinya sangat bermanfaat 😊

    BalasHapus
  11. Informasinya sangat bermanfaat 😊

    BalasHapus
  12. Waaaaw luar biasa ukhti♥♥♥
    Artikelnya bagus dan bermanfaat. Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri...

    BalasHapus

Posting Komentar